KUBU RAYA, SP - Mengawali peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-8, Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers memilih cara yang sederhana namun penuh makna.
Alih-alih menggelar perayaan dengan kemeriahan, komunitas Vespa yang berdomisili di Jalan Purnama tersebut justru mengawalinya dengan berbagi kepada sesama melalui Bakti Sosial (Baksos) di Desa Rengas Kapuias, Sungai Rengas, TPI, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan FRKP WB Vespa Lovers menyambangi lima keluarga sederhana yang dinilai layak mendapatkan bantuan.
Sembako dan uang tunai diserahkan secara langsung kepada masing-masing keluarga sebagai bentuk kepedulian dan upaya untuk sedikit meringankan beban kehidupan mereka.
Ketua FRKP WB Vespa Lovers, Fransiskus Renne Winarno, SH., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
“Ya, sore ini kami mencoba ikut meringankan beban lima keluarga di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya. Semoga giat sore ini bermanfaat bagi keluarga yang menerimanya,” ungkap Fransiskus.
Bagi para penerima, bantuan tersebut bukan sekadar sembako dan uang tunai. Ada perhatian dan kepedulian yang terasa begitu berarti.
Salah seorang penerima bantuan, Ibu Nurdiansyah Sahru, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah menerima bantuan dari FRKP WB Vespa Lovers.
“Alhamdulillah, sore ini dapat bantuan dari bapak-bapak. Terima kasih, Pak. Sehat selalu, ya, Pak. Semoga Allah membalas dengan rezeki bapak yang berlimpah,” ucapnya penuh haru.
Sementara itu, Penasehat FRKP WB Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, hakikat dari kegiatan berbagi bukanlah terletak pada seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan pada ketulusan orang-orang yang rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
“Jangan dilihat dari barang yang diberikan, tetapi niat tulus para donatur yang ikhlas membagikan rezekinya,” ujar Bruder Stephanus.
Ia kemudian mengisahkan bagaimana kegiatan baksos tersebut akhirnya dapat terlaksana. Beberapa hari sebelumnya, Bro Mul dari Harian Suara Pemred menghubunginya dan menanyakan apakah masih ada sisa sembako dari kegiatan baksos yang sebelumnya dilaksanakan di Riam Angan, Jelimpo, Kabupaten Landak.
“Saya jawab sudah habis. Kemudian saya sampaikan, ada lima keluarga di sekitar tempat saya yang perlu mendapat bantuan sembako,” tuturnya.
Dari percakapan sederhana tersebut kemudian tumbuh sebuah niat untuk kembali berbagi.
Bruder Stephanus berusaha menghubungi sejumlah kawan dan mengajak mereka untuk turut membantu. Puji Tuhan, ajakan tersebut mendapat sambutan positif hingga akhirnya terkumpul bantuan untuk lima keluarga.
Masing-masing keluarga mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram, satu dus mie instan, minyak goreng dua liter, gula pasir dua kilogram, kopi satu kilogram, serta uang tunai.
“Puji Tuhan, mengawali HUT FRKP WB Vespa Lovers ke-8, giat ini dapat kami laksanakan,” ungkap Bruder Stephanus sambil tersenyum.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini bukanlah hal baru bagi dirinya maupun lingkungan FRKP WB Vespa Lovers. Semangat untuk hadir dan berbagi bersama masyarakat kecil telah dilakukan sejak tahun 2006 hingga sekarang.
“Kegiatan baksos seperti ini sudah kami lakukan sejak tahun 2006 hingga saat ini. Asli dananya tidak berasal dari APBD, tetapi dampaknya dapat dirasakan warga, khususnya wong cilik,” katanya.
Sore itu, suasana sederhana di Sungai Rengas terasa berbeda. Tidak ada panggung megah, tidak ada pesta besar, dan tidak ada gemerlap perayaan ulang tahun. Yang ada hanyalah perjumpaan antara mereka yang ingin berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan.
Senyum para penerima bantuan menjadi saksi bahwa kebaikan, sekecil apa pun bentuknya, tetap memiliki arti.
Sebungkus Sembako mungkin akan habis dalam beberapa hari, tetapi ketulusan dan rasa kepedulian yang menyertainya akan jauh lebih lama tinggal di hati.
Mengawali usia ke-8 dengan berbagi, FRKP WB Vespa Lovers seakan ingin menegaskan bahwa perjalanan sebuah komunitas tidak semata-mata tentang kebersamaan di jalan, deru mesin Vespa, atau berkumpul bersama. Lebih dari itu, ada semangat persaudaraan dan kepedulian sosial yang ingin terus dirawat.
Lima keluarga yang menerima bantuan, yakni Dede Sukmana, Haryanto, Endah Salutri, Ceceng Amii, dan Nurdiansyah Sahru, mungkin hanya sebagian kecil dari masyarakat yang membutuhkan perhatian. Namun dari lima keluarga itulah sebuah pesan besar kembali disampaikan: bahwa di tengah kesibukan dan keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang bersedia terulur.
Dan sore itu, ketika bantuan diserahkan dan doa-doa kebaikan mengalir dari mereka yang menerima, perayaan HUT ke-8 FRKP WB Vespa Lovers seolah menemukan makna yang paling indah.
Bukan tentang seberapa meriah ulang tahun dirayakan, tetapi tentang seberapa banyak kebaikan yang dapat dibagikan.
Selamat HUT ke-8 FRKP WB Vespa Lovers. Terus melaju bersama Vespa, terus merawat persaudaraan, dan terus hadir untuk wong cilik dengan ketulusan. (*)